To Navigation | To Content

Newsflash

Come and join our online Photography Contest, "Christmas / New Year". For more info, click on: [EVENT] Satupelangi.com's ►“XMAS 09 & NEW YEAR 10 PHOTO CONTEST”◄ [04.12.09 - 04.01.10]
Home Articles
 
Articles
Rumah Maya bagi Lesbian Indonesia

Satu dekade terakhir ini, Internet menjadi salah satu media terpenting dalam hidup manusia. Melalui Internet orang bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan ataupun menyebar informasi. Melalui Internet orang bisa dengan mudah berkomunikasi dengan saudara dan teman-temannya. Dan melalui Internet pula, setiap orang yang kesulitan untuk mengekspresikan dirinya sendiri di dunia nyata, dapat dengan mudah menjadi dirinya sendiri.

Memang tidak mudah untuk menjadi orang yang berbeda di dunia nyata, apalagi kalau yang di maksud “berbeda” itu dalam hal orientasi sexual. Masih sangat sedikit masyarakat yang bisa menerima perbedaan orientasi sexual ini. Itulah sebabnya para homosexual lebih suka membuka diri melalui internet atau yang disebut juga dunia maya.

Sayangnya informasi tentang Gay dan Lesbian di internet pun bisa dibilang masih kurang memadai. Meskipun ada situs yang cukup dalam membahas tentang Gay dan Lesbian, itu pun hanya satu arah. Sehingga para Gay dan Lesbian tersebut hanya bisa membaca, sedikit memberi komentar namun tidak bisa bertanya dan berkonsultasi secara detail.

Sayangnya lagi, kebanyakan forum dan milis dari komunitas Gay dan Lesbian kurang terurus dan hanya bergantung dari intitusi yang mendukung mereka dari segi dana dan kepengurusan. Sehingga begitu dukungan dari institusi berkurang, forum dan milis tersebut pun hilang dengan sendirinya.

Untuk memenuhi kekosongan inilah, Website dan Forum Satupelangi.com didirikan pada tanggal 7 Oktober 2006, oleh Via dan beberapa kawannya, yang semuanya adalah para lesbian muda.

Read more...
 
Santa Johanna Naik Takhta

Lima belas tahun adalah waktu yang diperlukan Johanna Si­gurðardóttir untuk mencapai puncak kekuasaan di Republik Islandia, sebuah negeri mungil di lingkar luar Kutub Utara. Ahad dua pekan lalu, perempuan 66 tahun itu disum­pah sebagai perdana menteri, menggantikan Geir Hilmar Haarde.

Rapor Johanna dari segi pengalaman politik dan legislasi matang benar. Masuk parlemen Islandia pada 1978, dia lama bertahan di lembaga itu—hanya terputus tujuh tahun saat dia pindah ke kursi Menteri Hubungan Sosial (1987-1994). Pada 2007, Johanna kembali ke kabinet sebagai Menteri Sosial. Puncaknya, dia resmi memimpin pemerintahan Islandia dari kantor perdana menteri pada pekan lalu.

Popularitas Johanna kian melejit oleh posisi baru itu. Media-media dalam negeri berkejaran memasang wajah dan kisahnya di media cetak dan televisi. Media-media asing pun tak kalah bersemangatnya. Tapi yang lebih mereka ramaikan bukan kemampuan dia sebagai pemimpin ataupun politikus, melainkan urusan ”kamar tidur”-nya. Johanna seorang lesbian. Dia mencatat ”rekor” sebagai pemimpin negara pertama di dunia yang berterus terang sebagai homoseksual.

Read more...